Penelitian fenomenologi ini mengeksplorasi motif Gen Z urban dalam memilih jasa open trip travel. Meski open trip tampak populer saat ini, hasil penelitian menunjukkan open trip seringkali bukan preferensi utama yang berulang, melainkan pilihan situasional ketika Gen Z urban mengalami keterbatasan atau kekurangan informasi, belum memiliki teman perjalanan, atau sebagai pengalaman traveling awal. Tujuan penelitian adalah memahami makna traveling sebagai gaya hidup dan esensi pengalaman memilih open trip bagi mereka. Dengan metode kualitatif melalui in-depth interview pada Gen Z urban, ditemukan bahwa motif traveling secara umum didorong oleh faktor personal (eksplorasi diri, pengalaman baru, aktualisasi diri) dan situasional (lingkungan psikososial dan objektif). Dengan melihat motif tersebut, open trip menjadi solusi praktis yang menjembatani dorongan personal dengan keterbatasan situasional dan dipilihnya open trip sebagai model wisata banyak didasari oleh alasan "pengalaman pertama" karena menawarkan rasa aman, praktis, dan tersedianya komunitas sementara sehingga menciptakan kesempatan jejaring sosial.
Copyrights © 2025