Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi patologi sosial anak muda dalam film Jakarta vs Everybody dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Film ini menggambarkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh remaja, khususnya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba yang marak di kota besar seperti Jakarta. Dengan menggunakan teori semiotika Barthes, penelitian ini mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal dalam film, yang kemudian dianalisis untuk mengungkapkan makna denotatif dan konotatif yang tersirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan patologi sosial melalui karakter-karakter yang terjerumus dalam gaya hidup hedonistik dan destruktif, yang mencerminkan hilangnya nilai-nilai moral dan ketidakmampuan untuk membangun hubungan emosional yang sehat. Melalui konflik internal yang dialami oleh tokoh Dom, film ini mengajak penonton untuk memahami dampak negatif dari pergaulan bebas dan narkoba dalam membentuk identitas sosial anak muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran media, khususnya film, dalam membentuk persepsi sosial tentang masalah sosial yang berkembang di masyarakat urban.
Copyrights © 2025