Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konflik komunikasi dalam keluarga yang ditampilkan dalam film Dua Hati Biru (2024) karya Gina S. Noer, dengan fokus pada dinamika relasi antaranggota keluarga yang dipengaruhi oleh faktor budaya, perbedaan nilai, dan ekspektasi peran dalam struktur patriarkal. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske, penelitian ini menelusuri bagaimana simbol, ekspresi, dan gestur visual digunakan untuk merepresentasikan ketegangan komunikasi antara tokoh utama, serta bagaimana konflik tersebut mencerminkan realitas sosial masyarakat urban Indonesia yang tengah mengalami pergeseran nilai dalam institusi keluarga. Temuan menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menampilkan konflik sebagai perbedaan pendapat semata, melainkan sebagai bentuk kegagalan komunikasi emosional yang berakar pada kurangnya keterbukaan, dominasi peran gender, dan trauma antar generasi. Dengan demikian, film Dua Hati Biru berfungsi sebagai cermin sosial yang merepresentasikan kompleksitas komunikasi keluarga modern yang sarat akan beban emosional, ketidakseimbangan peran, dan kebutuhan akan rekonsiliasi antaranggota keluarga.
Copyrights © 2025