Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil layanan konseling individual yang diberikan guru BK dalam mengatasi kasus bullying di SMPN 18 Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan mengeksplorasi esensi suatu fenomena yang disampaikan oleh individu yang mengalaminya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sejumlah siswa mengalami bullying verbal di sekolah. Jenis bullying ini berdampak negatif pada kondisi psikologis, perilaku sosial, dan prestasi akademik siswa. Program ini layak menjadi model bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah lain, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan bebas kekerasan. Berdasarkan temuan, konseling individual ini direkomendasikan sebagai model yang dapat dikembangkan dalam layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah-sekolah lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari kekerasan.
Copyrights © 2025