Penyuluhan Agama menyentuh segala lini kehidupan masyarakat tanpa memandang status sosial, Tentunya hal ini membuka peluang bagi Penyuluh Agama Islam yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi untuk menjalankan salah satu tugasnya yakni melakukan penyuluhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA CikarangPenyuluhan yang dilakukan yakni dengan meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Pesantren At-Tawwabin kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Cikarang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Tentunya hal ini sejalan dengan penelitian yang akan dilakukan, yakni mengungkap evektivitas penyuluhan Agama Islam dalam meningkatkan BTQ Pesantren At-Tawwabin di Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Cikarang.Metode penyuluhan BTQ yang diusung adalah dengan metode Tahsin dengan mengelompokkan sejumlah Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) sesuai dengan kemampuan yang telah dimiliki adapun jumlah kelas selama kegiatan ini berlangsung adalah kelas Mubtadi (Awam), Mutawwasit (Pertengahan) dan Mahir (Pandai). Hal ini menjadikan program ini menjadi program unggulan di mana 164 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) semakin meninggkat pemahaman dan kemampuan dan membaca menulis al-Qur’an. Kata Kunci : Penyuluh Agama Islam, Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
Copyrights © 2024