Simposium II UNIID 2017
Vol 2 (2017)

PENGEMBANGAN TATA RUANG PASAR PERKOTAAN UNTUK PENINGKATAN NILAI DAN PRODUKTIVITAS LAHAN

Christiono Utomo (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Yani Rahmawati (Universiti Teknologi PETRONAS)
Cahyono Bintang N (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Soedarso Soedarso (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Rintih P A Kasih (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Marsha S Mustika (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Mifta Afiata (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)



Article Info

Publish Date
27 Sep 2017

Abstract

Tidak kurang 40% dari sekitar 70 pasar ritel tradisional di Surabaya berada di kawasan pusat kota. Meskipun pasar tersebut berada di lokasi dengan nilai lahan yang tinggi namun keberadaannya belum dimanfaatkan secara optimal. Konsep keberlanjutan perencanaan suatu kawasan dapat tercapai apabila kawasan tersebut tidak hanya mampu berdiri dan tumbuh dengan sendirinya tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kawasan dan sektor perdagangan di sekitarnya. Berdasarkan potensinya, maka dalam perencanaan pengembangan tata ruang dan kawasan pasar di perkotaan, diperlukan analisa penggunaan lahan yang paling memungkinkan untuk menghasilkan nilai properti tertinggi pada kawasan tersebut dan sekitarnya. Penelitian ini mengembangkan konsep adaptif dan kolaboratif pada desain konfigurasi spasial dan nilai ekonomi pasar di perkotaan, sehingga didapatkan konsep perencanaan kawasan terbaik yang mendukung pencapaian nilai ekonomi berkelanjutan. Tujuan tersebut dapat meminimalisir kegagalan pengembangan pasar di perkotaan dalam mendukung keberhasilan proses penataan kota. Metode triangulasi diterapkan melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta menggunakan teknik analisa Highest and Best Use (HBU). Proses analisa diawali dengan studi eksploratif penentuan jenis-jenis alternatif penggunaan lahan. Empat tahap analisa yang dilakukan menghasilkan model produktifitas lahan untuk memenuhi kriteria terbaik penggunaan lahan yang meliputi pemenuhan peraturan dan ijin, kemungkinan dan keterjangkauan pelaksanaan konstruksi, kelayakan finansial, dan produktivitas maksimum lahan.

Copyrights © 2017