Penelitian ini berangkat dari fenomena di Masjid As-Shodiqin, Dusun Plosorejo, Ponorogo, di mana jama’ah mengalami keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an secara rutin sebelum adanya sistem tadarus dengan metode rukū’. Sebelumnya, praktik membaca Al-Qur’an hanya dilakukan seminggu sekali dengan pembacaan Surah Yasin, tanpa sistematisasi yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan metode rukū’ dapat berkontribusi dalam membangun budaya membaca Al-Qur’an yang lebih berkelanjutan. Dalam penelitian ini akan membahas beberapa hal di antaranya: Bagaimana kondisi membaca Al-Qur’an Jama’ah Masjid As-Shodiqin sebelum diterapkannya metode rukū’; Bagaimana pelaksanaan khataman metode rukū’; dan Bagaimana pemahaman metode rukū’ di kalangan Jama’ah Masjid As-Shodiqin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode rukū’ memberikan kemudahan dalam membaca Al-Qur’an, terutama bagi jama’ah yang sebelumnya belum pernah mengkhatamkan Al-Qur’an. Sistem pembacaan yang singkat dan dilakukan secara konsisten setiap hari berhasil meningkatkan semangat dan keterlibatan jama’ah. Selain itu, penerapan metode ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, karena frekuensi pertemuan harian membuat jama’ah lebih aktif dalam berinteraksi dan berbagi pengalaman keagamaan. Dengan demikian, metode rukū’ terbukti menjadi strategi efektif dalam membangun budaya membaca Al-Qur’an yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Masjid As-Shodiqin.
Copyrights © 2025