Banyak anak dan remaja dari kelompok rentan belum mendapatkan akses terhadap pendidikan bahasa asing yang memadai. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya motivasi dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan global. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan bahasa asing berbasis komunitas dalam meningkatkan pemahaman dasar, motivasi, dan kepuasan belajar peserta. Subjek kegiatan ini adalah 50 anak dan remaja dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan latar belakang usia dan kemampuan yang beragam. Data dikumpulkan melalui angket post-test yang mengukur aspek pemahaman bahasa, kualitas pengajaran, dan kepuasan belajar, dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dasar peserta terhadap bahasa asing berada pada kategori positif, dengan respon sangat positif terhadap kualitas pengajaran dan materi pelatihan. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis komunitas dan metode “belajar sambil bermain” efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan belajar anak dari kelompok rentan. Implikasinya, pelatihan nonformal berbasis komunitas dapat menjadi alternatif strategis dalam memperluas akses pendidikan bahasa asing secara inklusif.
Copyrights © 2025