Salah satu tantangan utama dalam industri fashion adalah menciptakan produk yang kreatif agar mampu bersaing dengan kompetitor di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif terkait tantangan tersebut dengan memanfaatkan limbah benang akrilik dari konveksi rajut Kaangge sebagai bahan baku utama. Konveksi rajut Kaangge menghasilkan limbah hingga 40 kilogram per minggu, terutama berupa benang. Penelitian ini berfokus pada pengolahan limbah benang menjadi lembaran kain eksploratif dengan teknik wet felting, yang dapat diaplikasikan pada busana wanita siap pakai dengan gaya kasual. Tujuannya adalah memberikan nilai jual dan estetika baru pada limbah tersebut. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi potensi limbah benang sebagai bahan baku fashion yang lebih berkelanjutan. Dengan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara, serta eksplorasi. Hasilnya menunjukkan bahwa limbah benang akrilik dapat diolah menjadi kain kokoh dan fleksibel, dengan beragam tekstur dan warna yang unik. Kata kunci: limbah, benang, felting, upcycle, ready to wear
Copyrights © 2024