Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata merupaka sebuah isu serius yang seharusnya menjadi perhatian global. Konflik bersenjata, seperti hal nya yang terjadi di Israel dan Palestina, menunjukkan dampak mengerikan khususnya terhadap anak-anak, karena hal ini secara tidak langsung termasuk sebagai bentuk pembunuhan, penyiksaan, dan penindasan baik secara fisik atau emosi psikologis anak-anak yang menjadi korban konfilk ini. Fotografi memiliki kekuatan untuk menyampaikan emosi dan realitas dan melalu karya fotografi ini penulis mencoba memperlihatkan kehidupan anak-anak dalam konflik. Dalam karya ini penulis menggunakan diorama sebagai objek foto untuk merepresentasikan pelanggaran HAM terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata. Setiap elemen diorama ini menggambarkan kehidupan anak-anak yang terdampak konflik, mulai dari reruntuhan bangunan tempat merek tinggal, hingga gumpalan asap pasca peperangan. Melalui fotografi diorama ini, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran global serta masyarakat mengenai situasi anak-anak dalam konflik bersenjata dan memotivasi respon positif untuk melindungi hakhak mereka yang secara nyata terampas. Kata kunci: pelanggaran HAM, anak-anak, konflik bersenjata, diorama, fotografi
Copyrights © 2024