Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) merupakan serangkaian target global yang diadopsi oleh PBB sebagai respons terhadap berbagai permasalahan kemanusiaan dan lingkungan dunia. Salah satu targetnya adalah tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak pada poin 6. Indonesia merespon hal ini dengan menciptakan program prioritas nasional dan berbagai perundang-undangan untuk mendukung keberlangsungan program SDGs poin 6 ini. Namun pada prakteknya, Indonesia dihadapkan pada realitas didaerah-daerah, termasuk Kota Probolinggo yang masih jauh dari akses air bersih dan sanitasi layak. Masyarakat masih menggunakan jamban terbuka/umum, terbatasnya akses sanitasi, dan konsumsi air minum layak yang belum mencapa target nasional dan universal, yakni 100%. Sehingga USAID hadir untuk menjadi mitra Kota Probolinggo untuk mencapai target ini melalui Program IUWASH PLUS dalam upaya penyediaan sanitasi layak dan air bersih di Kota Probolinggo. Karena terjadi kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan aktor subnasional negara lain, USAID, sehingga penelitian ini menggunakan paradiplomasi sebagai kerangka berpikirnya yang menjelaskan peran aktor-aktor subnasional dalam hubungan internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber referensi utama bersumber dari publikasi data dan dokumen pada Badan Pusat Statistik, USAID IUWASH-PLUS, USAID IUWASH Tangguh, serta data mentah yang berasal dari Bappedalitbang Kota Probolinggo. Penelitian ini berkesimpulan bahwa Program IUWASH PLUS yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan USAID berhasil. Hal ini ditunjukkan dengan capaian pembangunan untuk sektor sanitasi layak Kota Probolinggoyang mencapai 95,95% dan BABS turun menjadi 4,05%, sedangkan akses untuk air minum mencapai 100% yang terdiri dari layanan perpipaan 59,60% dan non perpipaan sebesar 40,40% pada akhir masa pendampingan.
Copyrights © 2024