Penelitian ini bertujuan mempelajari perilaku rumah tinggal dengan dinding pasangan bata, kayu, dan kombinasi akibat beban gempa dengan menggunakan analisis statik dan dinamik. Studi kasus menggunakan contoh empat rumah di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan yaitu bangunan dengan sistem struktur balok-kolom beton bertulang dengan dinding bata, sistem balok-kolom kayu dengan dinding papan kayu, serta sistem struktur gabungan. Pemodelan dinding pasangan bata menggunakan pendekatan strut ekivalen. Perhitungan beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Hasil analisis modal memperlihatkan bahwa dua ragam pertama adalah translasi dan ragam ketiga adalah rotasi. Hasil analisis menunjukkan gaya geser dasar analisis dinamik lebih besar dibandingkan statik, menyebabkan simpangan antar tingkat dan gaya dalam (balok dan kolom) yang lebih tinggi, sehingga metode analisis dinamik lebih konservatif untuk memperhitungkan respons struktur akibat beban lateral. Hasil analisis struktur memperlihatkan bahwa bangunan dengan dinding pasangan bata mempunyai trend kekakuan paling tinggi. Bangunan dengan dinding pasangan bata dan dinding kayu mempunyai kekakuan yang cukup dengan simpangan antar tingkat tidak melampaui batasan ijin, sedangkan bangunan dengan dinding kayu tidak memenuhi persyaratan kekakuan.
Copyrights © 2025