Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai moderasi Islam seperti tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan ukhuwah diintegrasikan dalam pembelajaran PAI yang berwawasan konservasi. Krisis lingkungan hidup yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan pendidikan berbasis nilai yang menyeluruh. Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran ekologis mahasiswa melalui integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi dokumen terhadap buku ajar mahasiswa dan silabus mata kuliah di lingkungan perguruan tinggi. Analisis dilakukan melalui interpretasi teks, pemetaan nilai, dan refleksi teologis terhadap prinsip Aswaja. Hasil yang diharapkan dalam integrasi tersebut yang secara eksplisit hadir dalam materi ajar, metode pembelajaran, serta capaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa pada pembelajaran PAI yang memadukan Aswaja dan konservasi dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan karakter ekologis, spiritual, dan sosial mahasiswa secara seimbang. Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum dan pelatihan dosen agar nilai-nilai Aswaja dapat dihadirkan lebih sistemik dalam membangun generasi muslim yang peduli lingkungan.
Copyrights © 2024