Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman menekankan nilai-nilai kepatuhan dan kedisiplinan terhadap kyai, sementara pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mengajarkan prinsip demokratis seperti musyawarah, partisipasi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Ketegangan antara nilai tradisional dan demokratis ini menjadi latar belakang penting untuk mengkaji peran IPS dalam membentuk karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pembelajaran IPS dalam membentuk karakter santri yang kritis namun tetap patuh. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, melalui interview, pengamatan, dan analisis dokumen dari guru, santri, dan pengurus pesantren. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran IPS yang kontekstual mampu menjembatani nilai demokrasi dengan tradisi pesantren. Proses ini memperkuat kepatuhan sekaligus menumbuhkan sikap kritis dan tanggung jawab sosial. Simpulan penelitian ini adalah memberikan model pendidikan karakter berbasis nilai lokal yang relevan bagi pengembangan pendidikan di pesantren dalam menyelaraskan nilai tradisional dan modernitas demokrasi
Copyrights © 2025