Pancasila menghadapi tantangan baru di era Society 5.0, terutama dalam menghadapi perubahan identitas sosial generasi muda yang hidup dalam ruang digital. Artikel ini menyandingkan nilai-nilai Pancasila dengan etika deontologi Immanuel Kant untuk membangun kerangka etika publik yang relevan secara kontekstual dan universal. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif normatif untuk menelaah kesesuaian nilai-nilai Pancasila dengan prinsip imperatif kategoris Kant. Hasil kajian menunjukkan bahwa sila-sila Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima, memiliki keselarasan moral yang kuat dengan prinsip deontologis Kant, seperti penghormatan terhadap martabat manusia dan keadilan sosial. Dengan demikian, integrasi antara Pancasila dan etika Kant dapat menjadi dasar konseptual dalam membangun sistem etika digital yang adil dan humanistik di era teknologi canggih
Copyrights © 2024