Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Desa Penglipuran, mengeksplorasi unsur geometris yang diterapkan pada desain arsitektur, serta menghitung luas permukaan dan volume pada tiga bangunan utama yang menggunakan bambu sebagai material utama dalam rumah adat Desa Penglipuran. Dengan pendekatan mixed methods, dilakukan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Sementara itu, teknik analisis data terbagi menjadi dua tahap, yakni analisis data kualitatif deskriptif untuk menggali nilai budaya dan unsur geometris, serta analisis data kuantitatif menggunakan rumus luas permukaan dan volume bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga rumah adat Desa Penglipuran yang memanfaatkan tumbuhan bambu desa sebagai material utama, yakni angkul-angkul (gapura), paon (dapur), dan bale dangin (pendopo) telah merefleksikan nilai budaya yang selaras dengan konsep filosofis seperti Sanga Mandala, Tat Twam Asi, dan Tri Hita Karana. Dalam tiga bangunan tersebut ditemukan berbagai unsur geometris, yakni persegi panjang, persegi, segitiga, trapesium, balok, dan prisma segitiga. Perhitungan menunjukkan bahwa angkul-angkul memiliki luas permukaan 25,32 m2 dan volume 7,56 m3, paon memiliki luas 94,3 m2 dan volume 56 m3, serta bale dangin memiliki luas 108 m2 dan volume 72 m3. Temuan ini membuktikan bahwa Desa Penglipuran telah menerapkan praktik pengetahuan etnomatematika.
Copyrights © 2025