Kue biji ketapang merupakan camilan tradisional khas Betawi yang masih dijual dalam kemasan plastik tanpa label yang memiliki ciri khas tekstur yang renyah, gurih, dan manis. Kondisi kemasan saat ini kurang fungsional akan berdampak pada perlindungan produk, minimnya informasi, dan rendahnya daya tarik visual. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah kemasan fungsional untuk pentingnya perlindungan produk sehingga dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk kue biji ketapang. Metode perancangan menggunakan pendekatan Design Thinking yang terdiri dari lima tahap yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, serta diperkuat dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk. Hasil dari proses perancangan menghasilkan kemasan yang fungsional menggunakan standing pouch berbahan Art Paper + OPP Metalize dengan fitur ziplock, material ini dipilih untuk memberikan perlindungan optimal, kemudahan untuk membuka dan menutup kembali kemasan, serta mengusung desain visual berkonsep tradisional modern. Hasil perancangan yang membandingkan kemasan baru dengan kemasan lama, menunjukkan bahwa kemasan baru memberikan kesan dalam aspek fungsional, daya tarik visual, serta perancangan kemasan baru ini berpotensi meningkatkan kesadaran konsumen, sekaligus membuktikan kemasan tidak hanya melindungi produk, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang efektif bagi UMKM
Copyrights © 2025