Kesehatan reproduksi wanita usia subur sangat dipengaruhi oleh status gizi yang dimilikinya. Status gizi yang baik mendukung fungsi hormonal, kesuburan, serta kehamilan yang sehat, sedangkan malnutrisi dapat menyebabkan gangguan menstruasi, infertilitas, hingga risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kesehatan reproduksi pada wanita usia subur. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan data primer, penelitian ini mengkaji indikator status gizi seperti indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LiLA), serta indikator kesehatan reproduksi seperti keteraturan menstruasi, riwayat kehamilan, dan keluhan reproduksi lainnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan indikator kesehatan reproduksi. Wanita dengan status gizi normal cenderung memiliki kesehatan reproduksi yang lebih baik dibandingkan mereka yang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi gizi sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan reproduksi wanita usia subur.
Copyrights © 2025