Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen sumber daya manusia (SDM) pendamping sosial Kementerian Sosial dalam konteks program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bekasi. Pendamping sosial memegang peran strategis sebagai ujung tombak implementasi kebijakan perlindungan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan program sembako. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, analisis kebijakan publik, serta penelusuran data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial Republik Indonesia, dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif teori efektivitas organisasi untuk mengevaluasi dimensi rekrutmen, pelatihan, supervisi, insentif, dan evaluasi kinerja pendamping sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen SDM sangat dipengaruhi oleh keberadaan pelatihan teknis dan psikososial yang berkelanjutan, sistem monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja, serta pemberian insentif yang sesuai dengan beban kerja di lapangan. Komponen-komponen ini secara kolektif meningkatkan kapasitas operasional pendamping sosial dalam mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi mengalami penurunan dari 6,22% pada tahun 2021 menjadi 5,53% pada tahun 2023. Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen SDM yang terorganisasi secara efektif memiliki kontribusi signifikan terhadap percepatan pengurangan kemiskinan dan penguatan inklusi sosial di tingkat lokal, sekaligus mendukung pencapaian target nasional penghapusan kemiskinan ekstrem.
Copyrights © 2025