Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem peringatan dini bencana berbasis Internet of Things (IoT) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo, sebagai solusi untuk meningkatkan keselamatan penyandang disabilitas. Dengan sensor accelerometer, sensor IR Flame, dan sensor MQ- 2, sistem mampu mendeteksi gempa bumi dan kebakaran. Google Firebase digunakan sebagai penyimpanan data, sedangkan lampu berwarna merah berfungsi sebagai alarm. Sistem ini juga menyediakan lampu hijau untuk tanda istirahat, lampu kuning untuk tanda masuk kelas, dan aplikasi berbasis smartphone untuk memonitor data sensor secara real-time. Sistem pendeteksi bencana diuji melalui simulasi, dengan hasil sensor IR Flame dan sensor MQ-2 memiliki waktu deteksi rata- rata sekitar 3,8 detik dan 3,6 detik, sesuai harapan. Awalnya, sensor akselerometer memiliki tingkat kesalahan tinggi 43,1%, namun setelah penyesuaian, kesalahan rata-rata berkurang menjadi 14,41%. Pengujian Quality of Services (QoS) menunjukkan throughput rata-rata 424,00 bits/s dengan delay sekitar 18,878 milidetik. Pengujian aplikasi menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 84,17%, dan uji Black Box sesuai dengan harapan. Kata Kunci— Internet of Things (IoT), Sensor, Sistem Peringatan Dini Bencana.
Copyrights © 2024