Kepercayaan dan keyakinan budaya terhadap ibu post partum, masih banyak dijumpai lingkungan masyarakat. Mereka meyakini budaya perawatan ibu setelah melahirkan dapat memberikan dampak yang positif dan menguntungkan bagi mereka. Saat ini masyarakat beranggapan dan mempraktikan budaya yang dilakukan nenek moyang, seperti menggunakan gurita pada masa nifas yang kembali diminati dan dianggap memiliki manfaat untuk mempercepat proses pengembalian kondisi rahim. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pemakaian gurita pada ibu nifas yang melahirkan di PMB Nuraida. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang melahirkan di PMB Nuraida Desa Pante Baro Kumbang Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden. Dari hasil uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) hasil perhitungan menunjukkan nilai p (0,001) α (0,05) berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian didapatkan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemakaian gurita di PMB Nuraida Desa Pante Baro Kumbang Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Penelitian ini disarankan agar responden tidak menggunakan gurita pada saat masa nifas, karena uterus akan kembali seperti semula seiring lamanya masa nifas
Copyrights © 2025