Penelitian ini merupakan temuan tentang nilai pada pendidikan karakter non formal. Pendidikan non formal menjadi peranan penting dalam menciptakan mental dan karakter pribadi siswa. Salah satunya adalah tentang budaya Jawa yang diungkapkan sebagai bentuk motivasi dan nasihat pada siswa. Pendidikan non formal seperti pencak silat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun dengan 3 (tiga) paribasan antara lain Suro diro joyoningrat lebur dening pangastuti”, "Sepiro gedhening sengsoro yen tinompo amung dadi cobo" dan ”Memayu Hayuning Bawana” memiliki relevansi pada Serat Safingi yang di dalamnya ditemukan 5 (lima) nilai pendidikan karakter, terdapat 55 data dari 3 frasa. Dengan presentase kecenderungan pertama terletak pada Teteg ing kapribaden atau teguh dalam kepribadian dengan presentase 14,5% dan Tresna Marang Negara atau Cinta terhadap Negara dengan presentase 12,7%, Pitados lan mituhu dhumateng Gusti ingkang Maha Kuwaos atau Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan dengan presentase 9,0%. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif sehingga data dan sumber data dapat ditemukan dengan kecenderungan presentase yang relevan. Nilai-nilai pendidikan karakter tidak hanya diperoleh pada akademisi melalui peraturan Kemendiknas atau berdasarkan para ahli saja melainkan didapar dari nilai kearifan lokal dengan mengajarkan bentuk pethilan kalimat motivasi positif kepada anak didik dan tentang masyarakat Jawa yang berkaitan dengan sastra lama. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan dan wadah kreatif non formal diluar akademisi serta membangun intelligible character dan keseimbangan dalam memperbaiki biological character serta tetap berbudaya
Copyrights © 2025