Puisi Doa karya Chairil Anwar merepresentasikan sisi spiritual dan eksistensial dari seorang penyair yang dikenal karena pemberontakannya terhadap nilai-nilai konvensional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis puisi tersebut menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud, yang memfokuskan pada dinamika kepribadian antara id, ego, dan superego. Selain itu, artikel ini juga mengaitkan hasil analisis dengan empat pendekatan kritik sastra: mimetik, objektif, ekspresif, dan pragmatik, guna memperoleh pemahaman yang menyeluruh terhadap karya tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Doa adalah refleksi dari konflik batin antara naluri, kesadaran moral, dan pencarian spiritual. Chairil Anwar dalam puisi ini tidak hanya berbicara kepada Tuhan, tetapi juga berdialog dengan dirinya sendiri, dalam kerinduan untuk berdamai dengan sisi terdalam dari jiwanya.
Copyrights © 2025