Kasus pembegalan bersenjata di Cilincing, Jakarta Utara, pada Januari 2025 menjadi salah satu peristiwa kriminal yang menyoroti meningkatnya tingkat kejahatan jalanan di wilayah urban padat penduduk. Enam pelaku bersenjata tajam dan pistol airsoft melakukan aksi kekerasan terhadap korban, menyebabkan luka serius dan kerugian materiil. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab pembegalan bersenjata di Jakarta Utara menggunakan pendekatan kriminologi struktural, yang menekankan pada hubungan antara ketimpangan sosial-ekonomi, kondisi lingkungan fisik, dan peluang kejahatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui laporan media daring, pernyataan resmi kepolisian, dan literatur akademik terkait teori kriminologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiskinan, urbanisasi tanpa pengendalian, lemahnya pengawasan lingkungan, dan keberadaan jaringan kriminal lokal menjadi faktor pendorong utama. Strategi penanggulangan saat ini cenderung bersifat represif dan belum menyentuh akar permasalahan struktural. Rekomendasi penelitian ini meliputi penguatan program community policing, peningkatan penerangan jalan, pengawasan lingkungan berbasis teknologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan keamanan publik yang lebih holistik di Jakarta Utara.
Copyrights © 2025