Anak tunagrahita sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dikarenakan keterbatasan intelektual dan kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial. Terapi SEFT merupakan suatu metode yang menggabungkan teknik tapping pada titik-titik energi tubuh dengan afirmasi positif dan pendekatan spiritual untuk mengurangi rasa takut dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap interaksi sosial pada anak tunagrahita di SLB N X. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Penelitian ini dilaksanakan di SLB X pada bulan Februari 2025, jumlah sampel sebanyak 38 dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi; anak tunagrahita dengan diagnosis ringan sampai berat, anak yang mengalami gangguan interaksi sosial, berusia 7-15 tahun dan kriteria eksklusi; anak tunagrahita memiliki gangguan psikologis. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi interaksi sosial sebelum dan sesudah terapi SEFT. Intervensi yang diberikan berupa terapi SEFT yang dilakukan selama 4 sesi dengan jadwal 1 sesi 1 kali pertemuan dengan durasi setiap sesi 15-20 menit. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Paired t-Test, hasil menunjukkan p=0,001 yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap interaksi sosial pada anak tunagrahita di SLB N X.
Copyrights © 2025