Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN PEDULI SISWA (PERATURAN WALI KOTA NOMOR 57 TAHUN 2016) DI SMP NEGERI 1 MAGELANG Faridah, Umi
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i7.10295

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan implementasi program Gerakan Peduli Siswa (Peraturan Wali KotaNomor 57 Tahun 2016) di SMP Negeri 1 Magelang, faktor pendukung dan penghambat, dan strategi sekolahuntuk mengatasi faktor penghambat. Pendekatan penelitian yang digunakan: kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi program didukung oleh komunikasi agenagenpelaksana melalui rapat kerja, rapat manajeman, surat pemberitahuan kepada orang tua. Sumber dayayang mendukung kegiatan yaitu sumber daya manusia, sumber dana, dan alokasi waktu. Komitmen dari paraagen pelaksana, serta struktur birokrasi dari pihak sekolah. Implementasi Program Gerakan Peduli Siswadidukung melalui empat bentuk kegiatan sebagai berikut: Gerakan Pencegahan Kenakalan Siswa/PesertaDidik, Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Proses Belajar Mengajar yang Efektif dan Efisien, danGerakan Infaq dan Shodaqoh. (2) Faktor pendukung berupa ciri khas dari sekolah, sarana prasarana danpartisipasi dari seluruh warga sekolah. Faktor penghambat misalnya dalam pelaksanaan kegiatan osis pedulimasih ada siswa yang tidak berpartisispasi, pengadministrasian yang terlalu rinci dan tidak adanya danakhusus dari Dinas. (3) Upaya sekolah mengatasi faktor penghambat yaitu sosialisasi ditingkatkan dandiperjelas, saling mengingatkan dalam pengadministrasian, adanya dana dan bidang khusus dari Dinas.Kata kunci: implementasi program, gerakan peduli siswa
SBAR Communication (Situation, Background, Assessment, Recomendation) On Attitude And Nursing Behavior In Improving Patient Safety Sukesih, Sukesih; Faridah, Umi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v16i2.15954

Abstract

AbstrakBackground:Sikap dan perilaku perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien harus menerapkan keselamatan pasien, perawat harus melibatkan kognitif, afektif, dan tindakan yang mengutamakan keselamatan pasien. salah satu solusi untuk meningkatkan keselamatan pasien yaitu dengan komunikasi efektif salah satu metode komunikasi yang efektif saat serah terima adalah komunikasi SBAR. Komunikasi SBAR (Situation, Backgroud, Assesment, Recomendation) merupakan alatinformasiyang menyediakan metode terstruktur dan formal dari komunikasi antara staf, SBAR memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan staf untuk menyusun dan menyampaikan informasi penting, meningkatkan keselamatan pasien dengan mengurangi kesalahan yang terjadi selama tindakan.Purpose:Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi SBAR terhadap sikap dan perilaku perawat dalam meningkatkan keselamatan pasien.Methods:Jenis penelitian yang digunakan quasi experiment dengan desain yang digunakan pre-posttest with control group design, hasil penelitian diolah dengan uji paired sample t test untuk sampel yang berhubungan dan independent samples t test untuk sample yang tidak berhubungan, instrument komunikasi SBAR menggunakan observasi, instrument sikap dan perilaku perawat menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian seluruh perawat yang bertugas di ruang rawat inap kelas 3 yaitu ruang gading 1, gading 2, flamboyan, dahlia RSUD RAA Soewondo Pati sebanyak 48 perawat, tehnik sampling dalam penelitian adalah total sampling jumlah sampel 48 perawat terbagi menjadi kelompok intervensi diruang gading 1, gading 2 sebanyak 24 perawat, kelompok kontrol diruang flamboyan, ruang dahlia sebanyak 24 perawat.Results: Terdapat perbedaan yang bermakna sikap perawat sesudah diberikan pelatihan komunikasi SBAR pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,000 dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,103 (uji paired sample t test). Terdapat perbedaan yang bermakna perilaku perawat sesudah diberikan pelatihan komunikasi SBAR pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,000 dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,198 (uji paired sample t test).  Conclusion: Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi SBAR dapat meningkatkan sikap dan perilaku perawat dalam meningkatkan keselamatan pasien. Keywords:  Komunikasi SBAR; Sikap dan Perilaku Perawat; Keselamatan pasien               
Pelayanan Keperawatan, Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Faridah, Umi; Purnomo, M; Kusmiyati, Yanti
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v4i1.1143

Abstract

The results of the Community Satisfaction Index survey conducted at dr. LoekmonoHadi Kudus, the results of the Community Satisfaction Index survey, amounted to 78.42% below the 90% target with communication services of 58.76% which is far below the 85% target, while nursing services have a community satisfaction index of 88.7% which is still in the below the 90% target. The results of observations made on 10 nurses showed that 4 nurses had good therapeutic communication and 6 nurses had communicated therapeutically, but only daily habits or routines were not fully in accordance with the expectations of the patient. To determine the relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus. Correlational analysis using cross sectional approach. The research sample was 69 people who were taken by proportionate simple random sampling technique. The research instrument is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The statistical test used was the Spearman Rho. The hypothesis shows that Ha is accepted and Ho is rejected according to the results of the Spearman Rho test for nursing services obtained p value = 0.002 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.613 and for therapeutic communication obtained p value = 0.000 <α = 0.05 and r (Rho) = 0.649. There is a relationship between nursing services and therapeutic communication with inpatient satisfaction at dr. LoekmonoHadi Kudus.
Bayam Merah untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Kelas XII SMK Al-Islam Kudus umi faridah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.38 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.102

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah salah satu masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia, khususnya anemia. Anemia menonjol pada masa anak-anak sekolah terutama  remaja  putri.  Remaja  putri  berisiko  tinggi  terjadi anemia, karena pada masa remaja terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat adanya pertumbuhan dan masa menstruasi. Kegiatan di sekolah, perkuliahan maupun berbagai aktifitas organisasi dan ekstrakurikuler yang tinggi akan berdampak pada  pola  makan  yang  krang  teratur,  selain  itu  kebiasaan  mengkonsumsi minuman  yang  menghambat  absorbsi  zat  besi  akan  mempengaruhi  kadar hemoglobin seseorang. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bayam merah sebagai peningkatan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Al-Islam tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan pendekatan pre-post test with control grup. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Uji statistik yang digunakan wilcoxon signed rank tes dengn nilai ρ value = 0.005 sehinggasimpulkan ada pengaruh yang signifikan (ρ value 0.005 < 0,05) bayam merah dalam membantu menaikkan kadar zat besi dalam darah sehingga membantu mencegah anemia. Ada pengaruh pemberian bayam merah sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia  di SMK Al-Islam Kudus tahun 2016.   Kata Kunci:  BayamMerah; Hemoglobin; Anemia
The Role of Legal Advisors in Criminal Case Settlement Process Nynda Fatmawati Octarina; Umi Faridah
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2946

Abstract

Since the enactment of Law No. 8 of 1981, LN. No. 76 of 1981, namely regarding the Criminal Procedure Code which came into force on December 31, 1981, the provisions contained in the HIR (Het Herzine Inlandsch Reglement) Staatsblad 1941 44 and all its implementing regulations are no longer valid. The values of Pancasila and the 1945 Constitution which are noble and uphold the existence of human rights also recognize the position and role of defenders which are implemented or further embodied in the Criminal Procedure Code, namely Law No. 8 The position and role of the defender are closely related to the rights of the suspect or defendant because the defender or legal advisor is present in the process of settling criminal cases precisely to assist and defend the rights of the suspect or defendant as regulated in the Criminal Procedure Code (KUHAP) A suspect who is suspected of committing a criminal act is not necessarily a guilty person, nor is a defendant charged with a criminal act not necessarily guilty because in our legal state recognizes the principle of "the presumption of innocence", so the suspect or defendant must be considered innocent. guilty before there is a judge's decision that already has permanent legal force. The presence of a defender in the settlement of a criminal case in addition to accompanying a suspect or defendant and defending him is also due to moral and juridical responsibility as one part of law enforcement officers who work together same as other law enforcers trying to find the material truth. In this criminal justice process, the provisions of Article 54 of the Criminal Procedure Code emphasize the rights of the suspect be accompanied by the defense or legal counsel at every level of examination, in other words, that the suspect or defendant has the right to have contact with the defender from the time of the preliminary examination until the time of the preliminary examination. examination in court.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Psikologi Sosial pada Lansia Y Yulisetyaningrum; Umi Faridah; Dewi Hartinah; Iwan Sulis Setiawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.154 KB)

Abstract

Lanjut usia adalah bagian dari proses tumbuhkembang. Manusia tidak secara tiba – tiba menjadi tua, tetapiberkembang dari bayi, anak – anak, dewasa dan akhirnya menjaditua. Hal ini normal, dengan perubahan fisik dan tingkah laku yangdapat di ramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat merekamencapai usia tahap perkembangan kronologis tertentu (Azizah,2011).Perkembangan penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesiamenarik diamati. Dari tahun ke tahun jumlahnya cenderungmeningkat. Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat(KESRA) melaporkan, jika tahun 1980 usia harapan hidup (UHH)52,2 tahun dan jumlah lansia 7.998.543 orang (5,54%) maka padatahun 2006 menjadi 19 juta orang (8,90%) dan UHH juga meningkat(66,2 tahun). Pada tahun 2010 penduduk lansia mencapai 23,9 jutaatau 9,77% dan UHH sekitar 67,4 tahun. Sepuluh tahun kemudianatau pada 2020 perkiraan penduduk lansia di Indonesia mencapai28,8 juta atau 11,34% dengan UHH sekitar 71,1 tahun(Kusumowardani, 2014).Lansia akan merasa lebih aman apabilahidup ditengah-tengah keluarga yang penuh dengan dukunganemosional. Keluarga mempunyai fungsi psikologis yaitu memberikankasih sayang dan rasa aman, memberikan anggota keluarga,membina keluarga. Pemenuhan kebutuhan kebutuhan perhatianpendewasaan kepribadian anggota keluarga, memberikan identitasfungsi alektif keluarga merupakan tempat lansia (Nugroho, 2007).Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungandukungan keluarga dengan psikologi sosial pada Lansia. Metode:Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatancross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini sebanyak 110lansia di desa Surodadi (Bidan, 2016). Sample yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 52 orang lansia. Alat ukur yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jenis analisabivariate yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Kesimpulandalam penelitian ini adalah ada Hubungan Dukungan Keluargadengan Psikologi Sosial Lansia di Desa Surodadi Tahun 2017dengan ρ value sebesar 0,001 (α < 0,05) dengan tingkat korelasisedang (0,535). Semoga keluarga yang mempunyai lansia dapatmemberikan perhatian lebih dan kasih sayang pada lansia agarpsikologi sosial pada lansia baik.
HUBUNGAN MENONTON TELEVISI DAN BERMAIN GAME ONLINE YANG MENGANDUNG TAYANGAN KEKERASAN DENGAN PERILAKU AGRESIVE PADA HUBUNGAN MENONTON TELEVISI DAN BERMAIN GAME ONLINE YANG MENGANDUNG TAYANGAN KEKERASAN DENGAN PERILAKU AGRESIVE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI M Umi Faridah; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Indanah Indanah; Yuke Liza Fitri Dhadila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.257 KB)

Abstract

Background: Increasing cases of aggressive behavior in school throughout the year 2010 was 21.6 % (YKAI. 5-10% of school-age children to behave aggressively. (Anggraeni, 2011) Objective: To explore the relationship between watching television and playing online games with aggressive behavior in MI Muhammadiyah 02 Kudus 2016 Method: analytical correlation. Cross sectional method, a sample 133 respondents out of 199 students in grade 1-6 with stratified random sampling technique with a questionnaire measuring instrument. Test research relationships using Chi Square Results: The study of the relationship between television viewing to aggressive behavior in MI Muhammadiyah Kudus 02 shows the correlation is very weak, (p.value: 0.015; α: 0.05; r: 0.262). The relationship between playing online games with aggressive behavior in MI Muhammadiyah Kudus 02 shows the strength of weak correlation (p.value; 0024; α = 0.05; r: 0.231 Conclusion: There was a significant correlation between television viewing to aggressive behavior of children of school age in MI Muhammadiyah Kudus 02). There is a correlation between playing online games with aggressive behavior of children of school age in 02 MI Muhammadiyah Kudus
Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Fungsi Penglihatan pada Anak Sekolah di SDN Margomulyo Tayu Pati Indah Puspitasari; I Indanah; Umi Faridah; Imam Saefudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.227 KB)

Abstract

Penggunaan gadget pada masa sekarang ini, tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Penggunaan gadget pada anak-anak sering kali digunakan untuk bermain games, membaca email, chatting dan nonton video. Membiarkan mata berinteraksi dengan gadget terlalu lama dalam jangka panjang akan menimbulkan risiko mata minus, dampak lainnya kelelahan mata, pandangan kabur hingga sakit kepala yang muncul saat asik menggunakan gadget dan lupa untuk beristirahat. Selain itu mata juga akan jarang berkedip, hal inilah yang menyebabkan masalah mata kering. Kelainan ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah.. Semakin maraknya anak-anak sekolah yang menggunakan gadget memungkinkan untuk berlama-lama menggunakan gadget tanpa menghiraukan dampak yang akan terjadi terhadap kesehatannya terutama kesehatan mata. Maka tujuan penelitian ini menelaah hubungan penggunaan Smartphone dengan fungsi penglihatan pada anak sekolah di SDN Margomulyo Tayu Pati. Metode penelitian denganstudi korelasi, Pendekatan waktu penelitian yang digunakan yaitu cross sectional, dengan total sampel adalah 56 anak sekolah di SDN Margomulyo Tayu Pati kelas 5 dan 6. Hasil penelitian, menunjukkan Fisher’s Exact Test yaitu sebesar 0,082. Karena nilai sig > 0,05 maka Ho diterima, yang berati tidak ada hubungan antara penggunaan Smartphone dengan fungsi penglihatan pada anak sekolah di SDN Margomulyo Tayu-Pati. Kesimpulannya, ketajaman penglihatan seseorang tidak hanya dapat diukur dari lama penggunaan gadget yang dialaminya. Banyak faktor lainnya yang kemungkinan lebih besar mempengaruhi ketajaman penglihatan seseorang termasuk anak-anak.
HUBUNGAN KEAKTIFAN SENAM PROLANIS DAN POLA MAKAN DENGAN PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS KEDUNG II KABUPATEN JEPARA Muhammad Arif; Muhammad Purnomo; Umi Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5909

Abstract

Data World Health Organization (WHO) tahun 2021 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi. Sementara di Kabupaten Jepara prevalensi hipertensi sebayak 15.715 (7,41%). Prevalensi hipertensi di Puskesmas Kedung II Kabupaten Jepara tahun 2022 sebanyak 1.676 orang, dengan rata-rata perbulan sebanyak 140 orang. Upaya untuk mengendalikan dan mengontrol tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedung II Kabupaten Jepara, telah diadakannya kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis), pengaturan pola makan, cek tekanan darah, senam lansia dan edukasi/penyuluhan kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan keaktifan senam prolanis dan pola makan dengan penurunan hipertensi pada lansia di Puskesmas Kedung II Kabupaten Jepara. Metode: Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Besar sampel 38 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner, checklist dan spigmomanometer. Analisis data uji statistik Spearman Rho. Hasil Penelitian : Sebagian besar responden cukup aktif mengikuti senam prolanis 3-4 kali selama 3 bulan terakhir yaitu sebanyak 14 orang (36,8%), pola makan responden adalah baik yaitu sebanyak 23 orang (60,5%), dan responden tidak mengalami penurunan / tetap tidak ada perubahan TD sistolik yaitu sebanyak 11 orang (28,9%). Simpulan : Ada hubungan keaktifan senam prolanis (p=0,000; nilai r 0,795), dan pola makan (p=0,000; nilai r -0,763), dengan penurunan hipertensi pada lansia di Puskesmas Kedung II Kabupaten Jepara..
Deteksi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di Raudhatul Athfal Tarbiyatul Aulad Kumala, Abidatul; Amanatusholikhah, Alfina; Arsyillailiyyah, Alifta Syafira; Malikha, Ayu Nurul; Yuliana, Nadiya Eka; Febriyana, Nurul Hidayah; Nuha, Tsalisa Wardani; Faridah, Umi
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 3 No 2 (2023): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v3i2.6942

Abstract

Artikel ini meneliti tentang deteksi pertumbuhan dan perkembangan anak di RA Tarbiyatul Aulad hasil observasi menunukan bahwa RA Tarbiyatul Aulad melakukan pengukuran pertumbuhan setiap satu bulan sekali dan perkembangan dilakukan setiap enam bulan sekali. Observasi ini menggunakan pendekatan kualitatif, untuk pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuannya guna mengetahui pertumbuhan
Co-Authors Abdul Mannan, Siti Sofiyah Ade Ima Afifa Aditya, Muhamad Aini, Siti Maslihatul Alif Kiky Listiyania Althofia, Zanadira Amalia Rahmawati Amanatusholikhah, Alfina Amara Maulida Alezafi Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andhika Ariyanto Anggraeni, Shania Anim Mushlihatin Lailiyyah Anis Solikhah Anny Rosiana Anny Rosiana Masithoh Anny Rosiana Masithoh Aprilia, Diva Putri Apriliani, Santina Apriliya, Restiana Ardiyati, Rizka Ayu Arnetta Putri Arsyillailiyyah, Alifta Syafira Azizah, Intan Rismatul Azzakiy, Yanuar Rizqi Billujainiddani, Nouval Budiono, Setiyo Desinta Herawati Dewi Hartinah Dewi Kusumawati, Dewi Dhadila, Yuke Liza Fitri Dian Kartikasari Diana Luthfiana Faiq Dwi ASTUTI Dyion Punaki Prakoso Edi Wibowo Elsera, Chori Fadlilatul Muthi’atun Nisa&#039; Farida, Naimatul Fariza Yulia Kartika Sari Febriyana, Nurul Hidayah Fina Audina Sofiana Fiona Apriliasari Gannis Ayu Fatmalsari Haiya, Nutrisia Nu'im Hanifah Ulya Ramadhani Hanitya Kistiyan Eko Noviyanto Heny Siswanti Hernadi, H Hikmah, Citra Karima Lailatul Ibrohim Ibtsama Mauludina Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Saefudin INDAH PUSPITASARI Indah Puspitasari Indanah Ira Anggraeni Iwan Ardian, Iwan Iwan Sulis Setiawan Kanan, Thanalechumy Khoiriyah, Ririn Komarudin, Mochamad Fahru Kumala, Abidatul Kusmiyati, Yanti Lailatul Farikhah Lasmini Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Lisa Nuraida Annas Lu'luiyyah, Fitratul Malikha, Ayu Nurul Mardiana, Sri Siska Mashithoh, Anny Rosiana Muhamad Jauhar Muhammad Arif Muhammad Khoirurosyid Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Muhammad Ridwanto Muslihatus Sa’adah Nazwita, Aulia Meisya Nindiawaty, Nuning Noor Hidayah Noor Hidayah Noor Hidayah Novi Kumala Sari Noviyanto, Hanitya Kistiyan Eko Nuha, Tsalisa Wardani Nuning Nindiawaty Nurokhmah Nurokhmah Nynda Fatmawati Octarina, Nynda Fatmawati Oktasari, Fatika Oktavian, Ozzy Putri Pangestu, Ragam Pannes David Sahri, Pannes David Sahri Prabowo, Nanang Purnomo, M Putri, Arnetta Mayasavira Rahmawati, Ashri Maulida Ramadhani, Hanifah Ulya Ravita, Nur Restiana Apriliya Riana Lailatul Fajriyah Ridwanto, Muhammad Riza Yanti Rizka Himawan Rizki Widyan Aisya Rizqi, Amelia Rus Rusnoto rusnoto rusnoto Rusnoto, R Sa’adah, Muslihatus Sa’diyah, Siti Halimatus Sabrina Zahrani Saefudin, Imam Salsabila Afifun Nisa Septia Dewi Putri Anggraini Septiani Septiani Septina Rahmawati Septyani, Ima Aulia Setiawan, Iwan Sulis Setyawan, Indra Bagus Sholikhatun Nikmah Siffa Auliya Rizkyana Siska, Sri Siti Halimatus Sa’diyah SITI MAHMUDAH Siti Marisa Siti Maslihatul Aini SITI MUDAWAMAH Siti Munawaroh Siti Nur Afifah Siti Rukhaniyah Solly Aryza Sri Karyati Sri Kuati sri murtini . SRI RAHAYU Subiwati, S Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih, Sukesih Sulistiyanto, Teddy Suryaningsih, Irma Ravika Sutrisno, Muhammad Dimas Al-Abab Syahid Fatah Cokropranoto Tasya Dwi Febiana TATI NURHAYATI Tukiyo Tukiyo W Wahyuni, W Wahab, Darto Wahana, Haryo Srijaya Wariyanti Hastuti Wibawa, Wisnu Satria Wibowo, Babar Daru Wibowo, Ega Bagus Wibowo, Irman Ahmad Yuke Liza Fitri Dhadila Yuliana, Nadiya Eka Yuliastuti, Fitri Yulisetyaningrum Zunia Khairunnisa