Kitab Nahum 1:2-8 menggambarkan keadilan dan kasih Allah dalam konteks penghukuman terhadap Niniwe, ibu kota Asyur, yang telah melakukan kejahatan besar. Meskipun perikop ini menekankan murka Allah, terdapat juga pesan pengharapan bagi umat-Nya. Kajian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana keseimbangan antara penghukuman dan pengharapan dalam Nahum 1:2-8 serta relevansinya bagi umat Kristen masa kini. Penelitian ini, menggunakan metode studi literatur dengan analisis eksegeses dan teologis terhadap teks. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa murka Allah bukanlah tindakan balas dendam, melainkan bentuk keadilan yang bertujuan menegakkan kebenaran. Di sisi lain, kasih Allah tetap nyata bagi mereka yang berlindung kepada-Nya. Implikasi bagi umat Kristen masa kini adalah keyakinan bahwa di tengah penderitaan dan penghakiman, Allah tetap menyediakan perlindungan dan harapan bagi mereka yang setia kepada-Nya.
Copyrights © 2025