Zai, Detrianus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harapan di Tengah Penghakiman: Nahum 1:2-8 dan Relevansinya bagi Iman Kristen : Konteks Kitab Nahum dan Perikop Nahum 1:2-8, Analisis Nahum 1:2-8: Penghukuman dan Pengharapan, Relevansi Nahum 1:2-8 Bagi Iman Kristen Masa Kini Zai, Detrianus; Panggabean, Kristina A.M.
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 1 (2025): Pemikiran Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v19i1.867

Abstract

Kitab Nahum 1:2-8 menggambarkan keadilan dan kasih Allah dalam konteks penghukuman terhadap Niniwe, ibu kota Asyur, yang telah melakukan kejahatan besar. Meskipun perikop ini menekankan murka Allah, terdapat juga pesan pengharapan bagi umat-Nya. Kajian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana keseimbangan antara penghukuman dan pengharapan dalam Nahum 1:2-8 serta relevansinya bagi umat Kristen masa kini. Penelitian ini, menggunakan metode studi literatur dengan analisis eksegeses dan teologis terhadap teks. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa murka Allah bukanlah tindakan balas dendam, melainkan bentuk keadilan yang bertujuan menegakkan kebenaran. Di sisi lain, kasih Allah tetap nyata bagi mereka yang berlindung kepada-Nya. Implikasi bagi umat Kristen masa kini adalah keyakinan bahwa di tengah penderitaan dan penghakiman, Allah tetap menyediakan perlindungan dan harapan bagi mereka yang setia kepada-Nya.
Tanggung Jawab dan Konsekuensi Hamba Tuhan dalam Menyuarakan Kebenaran Berdasarkan Yehezkiel 3:16-21 Zai, Detrianus; Manalu, Desrika
MEFORAS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : STT Arastamar Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65054/meforas.v2i2.81

Abstract

Artikel ini membahas tanggung jawab dan konsekuensi yang dihadapi hamba Tuhan dalam menyuarakan kebenaran berdasarkan Yehezkiel 3:16–21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-eksegetikal dengan pendekatan teologi biblika untuk menafsirkan mandat kenabian Yehezkiel sebagai “penjaga” atas Israel. Melalui analisis teks dan refleksi teologis, ditemukan bahwa Yehezkiel bukan hanya diperintahkan untuk menyampaikan peringatan Allah, tetapi juga menanggung akibat jika ia diam. Penelitian ini menunjukkan bahwa Allah menuntut pertanggungjawaban bukan hanya atas ketaatan, tetapi juga atas jiwa-jiwa yang binasa karena kelalaian hamba-Nya. Kesimpulannya, para pelayan Tuhan masa kini harus berani menyampaikan kebenaran secara setia, walau menghadapi penolakan. Kelalaian dalam menjalankan tugas ini dapat berdampak secara rohani dan etis di hadapan Allah. Kajian ini juga memberikan implikasi praktis bagi pemimpin gereja masa kini untuk bertindak sebagai penjaga rohani dalam membimbing jemaat menuju pertobatan dan kebenaran.