Penelitian ini mengeksplorasi determinan materialitas audit melalui analisis korelasional antara pengalaman auditor dan kompleksitas klien menggunakan metodologi kuantitatif. Data sekunder dari 150 auditor dan klien dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasional. Temuan mengungkapkan bahwa auditor berpengalaman (>10 tahun) menerapkan materialitas konservatif 3,6%, kontras dengan auditor novice (<5 tahun) yang menetapkan 4,8%. Kompleksitas klien menunjukkan korelasi negatif terhadap materialitas, dengan entitas berkompleksitas tinggi memperoleh threshold 2,8% dibandingkan entitas sederhana 5,1%. Interaksi signifikan antara pengalaman auditor dan kompleksitas klien menghasilkan efek moderasi yang substansial (p<0,05). Auditor berpengalaman mendemonstrasikan adaptabilitas superior dalam menyesuaikan materialitas berdasarkan kompleksitas klien, sementara auditor novice menunjukkan pola penetapan yang relatif uniform. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori professional judgment dalam audit dan memberikan implikasi praktis untuk optimalisasi alokasi sumber daya audit serta pengembangan framework penetapan materialitas yang lebih komprehensif
Copyrights © 2025