Perawat hemodialisis berhadapan dengan kondisi kehilangan pasien secara berulang yang dapat menimbulkan perasaan duka, stres, serta risiko kelelahan emosional. Kondisi ini berdampak pada motivasi kerja, kualitas pelayanan, hingga kesejahteraan psikologis perawat. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai strategi coping yang digunakan perawat untuk menghadapi kedukaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk strategi coping yang digunakan perawat hemodialisis dalam menghadapi kedukaan akibat kehilangan pasien, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan strategi tersebut. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan critical appraisal berdasarkan metode PICOT, melalui penelusuran artikel pada berbagai basis data daring. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis, dengan variasi desain kuantitatif dan kualitatif, melibatkan sampel penelitian antara 12 hingga 375 responden, dan berasal dari berbagai negara (Iran, Turki, Spanyol, Kanada, Arab Saudi, dan Yordania). Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi coping yang paling banyak digunakan adalah positive reinterpretation, acceptance, active coping, dan seeking social support. Selain itu, dukungan organisasi juga terbukti berperan dalam membantu perawat mengelola kedukaan. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi coping adaptif dan dukungan institusi kesehatan untuk menjaga resiliensi emosional perawat serta meningkatkan kualitas layanan keperawatan.
Copyrights © 2025