Industri ritel di Indonesia terus berkembang pesat, dengan supermarket tetap menjadi pilihan utama konsumen meskipun e-commerce semakin berkembang. Superindo, sebagai peritel modern terkemuka, menghadapi tantangan untuk mempertahankan pelanggan dengan meningkatkan niat pembelian ulang guna mendukung profitabilitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sensitivitas harga, persepsi tingkat harga, emosi terhadap supermarket, dan persepsi kualitas terhadap niat pembelian ulang konsumen di cabang Superindo di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini juga menyoroti persepsi kualitas sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh persepsi tingkat harga, sebuah aspek yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Dengan menggunakan survei kuantitatif yang melibatkan 245 responden yang pernah berbelanja di Superindo, data dikumpulkan melalui Google Forms dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas harga memengaruhi persepsi tingkat harga, persepsi kualitas, dan emosi terhadap supermarket, baik secara langsung maupun melalui mediasi, yang pada akhirnya memengaruhi niat pembelian ulang. Persepsi harga yang positif, pengalaman emosional yang menyenangkan, dan penilaian kualitas yang tinggi meningkatkan niat pembelian ulang bahkan di kalangan konsumen yang sensitif terhadap harga. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajemen ritel untuk merancang strategi harga dan pemasaran yang berfokus pada keterlibatan emosional dan persepsi kualitas untuk memperkuat loyalitas pelanggan dan mendorong pembelian ulang.
Copyrights © 2025