Remaja sangat rentan terhadap perilaku berisiko yang dapat menyebabkan HIV/AIDS, seperti seks bebas. Memahami HIV/AIDS sangat penting untuk pencegahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh manga sebagai media sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Ubud. Studi ini melibatkan 102 siswa kelas XII yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Ini dilakukan menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-post test satu kelompok. Uji Wilcoxon Sign Rank digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan nilai p 0,0001, yang menunjukkan perbedaan nyata dalam pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa manga adalah alat yang berguna untuk pendidikan kesehatan karena melibatkan remaja dengan cara yang mereka anggap relevan. Untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja, penelitian ini menekankan betapa pentingnya memasukkan media inovatif seperti manga ke dalam program pendidikan kesehatan. Selain itu, dibahas tentang implikasi pendidikan keperawatan, yang mendorong penggunaan pendekatan pendidikan inovatif dalam mengajar profesional kesehatan masa depan. Dengan menggunakan media yang menarik dan mudah diakses, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi layanan kesehatan yang berusaha meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.
Copyrights © 2025