Gagal jantung kongestif (CHF) adalah kondisi klinis yang terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah secara adekuat, menyebabkan kongesti cairan sistemik dan pulmonal. Salah satu gejala utama CHF adalah dispnea, yang terjadi akibat peningkatan tekanan kapiler paru dan edema interstisial. CHF sering disertai dengan edema perifer akibat retensi cairan, yang meningkatkan risiko infeksi jaringan lunak seperti selulitis. Hipoperfusi jaringan yang disebabkan oleh penurunan curah jantung mengganggu pertahanan tubuh terhadap infeksi, memperburuk kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara CHF dan selulitis serta mengevaluasi terapi yang efektif. Menggunakan metode studi kasus deskriptif, penelitian ini menganalisis pasien CHF dengan selulitis tungkai bawah, melibatkan pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pencitraan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi terapi diuretik, antibiotik, dan pengelolaan tekanan darah yang optimal mampu memperbaiki kondisi pasien secara signifikan, dengan perbaikan gejala setelah 4 hari perawatan. Temuan ini mendukung pentingnya deteksi dini dan pendekatan multidisipliner dalam penanganan CHF dengan selulitis. Penatalaksanaan yang optimal melibatkan pengelolaan cairan tubuh, terapi farmakologis, dan edukasi pasien, untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko komplikasi.
Copyrights © 2025