Penelitian ini mengkaji efektivitas Prefabricated Vertical Drain (PVD) dalam mempercepat konsolidasi tanah lempung lunak pada proyek PLTGU Semarang, yang terletak di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas dengan karakteristik tanah berpasir dan lempung lunak. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan daya dukung tanah melalui percepatan disipasi air pori dengan kombinasi PVD dan preloading. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi spasi PVD (100 cm, 110 cm, 120 cm, 150 cm, dan 200 cm) terhadap waktu konsolidasi 95%, serta membandingkan hasil prediksi penurunan (settlement) dari metode analitik (Terzaghi), numerik (software PLAXIS2D), dan pengamatan lapangan (settlement plate dan piezometer). Metode penelitian mencakup analisis laboratorium, pemodelan numerik, dan pemantauan lapangan untuk mengukur parameter tanah seperti tekanan pori dan penurunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode numerik PLAXIS2D memberikan analisis tekanan pori yang lebih rinci, sementara metode Asaoka menghasilkan nilai penurunan akhir (1,74 m) yang lebih besar daripada data lapangan (1,66 m), mengindikasikan tercapainya konsolidasi 95%. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan spasi PVD yang optimal untuk efisiensi waktu dan biaya. Implikasi penelitian menyoroti perlunya integrasi antara pemodelan numerik dan validasi empiris untuk meningkatkan akurasi desain geoteknik, serta rekomendasi penggunaan pendekatan terpadu dalam proyek sejenis.
Copyrights © 2025