Banda Aceh, ibu kota administratif Provinsi Aceh, mencatat kasus tertinggi pasien penderita gangguan saraf pada tahun 2018, dengan total 28.171 pasien. Fasilitas pelayanan kesehatan berperan penting dalam pemulihan pasien, yang difasilitasi tidak hanya melalui intervensi medis tetapi juga melalui desain lingkungan yang strategis dan kondusif bagi proses penyembuhan. Tema Healing Environment menggabungkan antara unsur alam, indra dan psikologis. Unsur alam, seperti cahaya sekitar dan tanaman hijau, dapat mengaktifkan modalitas sensorik penglihatan, persepsi pendengaran, dan sensasi sentuhan, sehingga pasien akan merasakan kenyamanan dan keamanan dalam diri mereka. Penerapan konsep ini di fasilitas pelayanan kesehatan mencakup ruang interior, termasuk lobi, poliklinik, ruang tunggu, dan bangsal rawat inap, di samping ruang eksterior yang dilengkapi taman penyembuhan. Penggunaan lanskap, pemilihan warna, dan pencahayaan yang strategis merupakan metodologi fundamental untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental pasien. Kesimpulan ini memperkuat bahwa desain rumah sakit, yang menggabungkan lingkungan penyembuhan, dapat menjadi faktor vital dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan
Copyrights © 2025