Perkembangan sosial-emosional anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, keterampilan sosial, serta kesiapan akademik anak. Namun, strategi berbasis budaya dan kontekstual seperti permainan tradisional masih kurang mendapatkan perhatian dalam praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi permainan tradisional terhadap penguatan perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah terkait peran permainan tradisional dalam konteks pendidikan anak usia dini. Hasil telaah menunjukkan bahwa permainan tradisional, seperti congklak, engklek, dan galasin, tidak hanya melatih regulasi emosi, empati, kerja sama, serta keterampilan sosial lainnya, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya lokal yang mendukung pembentukan identitas sosial anak. Selain itu, permainan tradisional terbukti memiliki potensi signifikan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna. SEbagai Kesimpulan bahwa temuan ini menegaskan pentingnya integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai media efektif dalam penguatan karakter dan keterampilan sosial-emosional berbasis kearifan lokal
Copyrights © 2025