Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan kadar fenol total dalam ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) dari Kota Samarinda dan Kota Balikpapan serta menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap kandungan fenolik. Analisis dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-ciocalteu. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenol total pada sampel dari Samarinda lebih tinggi dibandingkan dengan sampel dari Balikpapan. Perbedaan kadar ini diduga berkaitan dengan faktor geografis, meskipun faktor lingkungan secara spesifik tidak diteliti dalam studi ini. Hal ini memberikan gambaran awal bahwa lokasi tumbuh tanaman dapat mempengaruhi kandungan fenol totalnya. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk studi lanjutan terkait optimasi kandungan senaywa bioaktif pada tanaman obat.
Copyrights © 2025