Turnover intention pegawai di sektor publik, termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten X, menjadi tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan autentik dan kesejahteraan pegawai terhadap turnover intention, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif terhadap 127 pegawai Bapenda Kabupaten X. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan metode SEM-PLS menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan autentik dan kesejahteraan pegawai berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, serta berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, kepuasan kerja juga berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention dan memediasi pengaruh kepemimpinan autentik serta kesejahteraan pegawai terhadap turnover intention. Penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan autentik dan program kesejahteraan untuk meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi niat pegawai untuk berpindah.
Copyrights © 2025