Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi denyut jantung dan frekuensi pernafasan ayam kampung (Gallus gallus domesticus) setelah dilakukan pengambilan semen metode urut (message) bagian punggung (dorsal). Pada penelitian ini digunakan pejantan ayam kampung indukan yang digunakan sebanyak 3 ekor dengan umur 1-1,5 tahun yang memiliki berat badan 1,5-2 kg dan pada tiap ekornya memiliki riwayat pernah melakukan perkawinan (kopulasi aktif). Penampungan semen dilakukan dengan cara pengurutan pada bagian punggung ayam jantan, dimulai dari pangkal leher terus kepunggung hingga pangkal ekor. Pengurutan dilakukan berulang kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal dan ejakulasi. Perlakuan yang diberikan dilakukan sebanyak 3 kali dan diulang sebanyak 3 kali pada tiap sampel perlakuan. Rician perlakuan dan ulangan penelitian adalah sebagai berikut : P1= Ayam tanpa perlakuan; P2= Ayam dengan perlakuan (di urut dengan frekuensi 1 kali);dan P3= Ayam dengan perlakuan (di urut dengan frekuensi 2 kali). Dari hasil penelitian, pada frekuensi denyut jantung nilai rata-rata terendah pada penelitian ini sebesar 162,22 kali/menit yaitu tanpa perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini sebesar 176,22 kali/menit menit yaitu pada kelompok P3 atau perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung yang frekuensi pengambilannya sebanyak 2 kali per penampungan. Pada frekuensi pernafasan, nilai rata-rata terendah sebesar 16,68 kali/menit yaitu tanpa perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini sebesar 17,1 kali/menit menit yaitu pada kelompok P2 atau perlakuan pengambilan semen metode urut bagian punggung. Dapat disimpulkan pengambilan semen metode urut bagian punggung memberikan pengaruh yang nyata terhadap respon fisiolgis yaitu meningkatnya frekuensi detak jantung dan menurunnya frekuensi pernafasan >1 kali ejakulasi.
Copyrights © 2025