Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya humor dengan stres akademik pada mahasiswa yang melaksanakan metode pembelajaran jarak jauh. Hal ini mengingat kondisi yang masih pandemi Covid 19, mengharuskan perguruan tinggi untuk memberikan pengajaran secara daring guna menghindari penyebaran virus yang lebih besar lagi. Pengajaran daring yang selama ini diterapkan perguruan tinggi ini mulai menimbulkan masalah baru, seperti munculnya stres akademik pada mahasiswa dikarenakan komunikasi yang lebih sulit terjadi akibat dari tidak adanya tatap muka sehingga berdampak pada keterbatasan pemahaman materi yang diajarkan yang biasanya diajarkan secara tatap muka langsung, fokus belajar menjadi berkurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 368 mahasiswa. Pada variabel gaya humor diukur dengan empat dimensi yang meliputi Affiliative, Aggressive, Self-enhancing, Self-defeating. Kemudian, pada variabel stres akademik diukur dengan dua dimensi yakni dimensi stressor dan dimensi reaksi terhadap stres. Analisis data penelitian secara kuantitatif dan pengujian hipotesis menggunakan rumus pearson correlation. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa dari uji korelasi antardimensi gaya humor dengan stres akademik diketahui bahwa gaya humor affiliative berkorelasi negatif dan signifikan dengan stres akademik mahasiswa yang mengikuti pembelajaran jarak jauh, sedangkan dimensi lainnya dari gaya humor seperti Aggressive, Self-enhancing, Self-defeating tidak menunjukkan korelasi yang negatif terhadap stres akademik. Artinya bahwa gaya humor affiliative dinilai mampu menurunkan tingkat stres akademik pada mahasiswa dikarenakan mahasiswa yang mengucapkan kata-kata olokan lembut ini sepenuhnya tidak terlalu serius dan hanya bersifat candaan semata sehingga tidak melukai perasaan yang diejeknya dan justru membuatnya tertawa senang.
Copyrights © 2023