Budaya literasi di sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber daya pendukung dan aktivitas budaya literasi serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter siswa di SDN 1 Sumita dan SDN 2 Sumita, Kecamatan Gianyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah mengimplementasikan budaya literasi, namun dengan kondisi fasilitas yang berbeda. SDN 1 Sumita memiliki fasilitas lengkap seperti perpustakaan dan pojok baca, namun siswa terlihat masih enggan untuk membaca dan kurang percaya diri dalam kegiatan kelas. Sebaliknya, SDN 2 Sumita memiliki fasilitas terbatas, tetapi siswanya menunjukkan sikap mandiri, bertanggung jawab, dan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh keberlanjutan aktivitas literasi, keterlibatan seluruh warga sekolah, dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung kebiasaan membaca.
Copyrights © 2025