Penelitian ini membahas mengenai dampak komunikasi kelompok yang terjalin antar para orang tua anak penyandang cerebral palsy, khususnya pada orang tua yang tergabung dalam Komunitas Cerebral Palsy Lampung. Latar belakang penelitian ini dituangkan dari kenyataan bahwa kehadiran anak dengan kebutuhan khusus, khususnya cerebral palsy, menimbulkan tantangan fisik, emosional, dan sosial bagi orang tua. Orang tua sering kali mengalami tekanan psikologis dan sosial akibat keterbatasan anak serta stigma masyarakat. Komunitas Cerebral Palsy Lampung hadir sebagai wadah bagi orang tua untuk saling berbagi pengalaman dan informasi melalui komunikasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana dampak komunikasi kelompok dalam komunitas tersebut berkontribusi terhadap penerimaan diri orang tua anak-anak penyandang cerebral palsy terhadap kondisi sang anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok mendorong munculnya efek konformitas positif, di mana orang tua secara bertahap menyesuaikan sikap dan pola pikir mereka dengan nilai-nilai yang berkembang dalam kelompok, seperti optimisme, keterbukaan, dan penerimaan. Komunikasi yang terjalin tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga sebagai proses pemulihan psikologis yang memperkuat rasa percaya diri dan keberfungsian sosial orang tua.
Copyrights © 2025