Latar belakang: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pemeriksaan GeneXpert merupakan metode diagnostik berbasis molekuler yang digunakan untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dan resistensi rifampisin secara cepat dan akurat Tujuan: Mengetahui Gambaran Hasil GeneXpert Pada Pasien Suspek Tuberkulosis di Puskesmas Sewon 1 Tahun 2025 Metode: Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan GeneXpert periode Januari–Desember 2025. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 783 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 783 pasien yang menjalani pemeriksaan GeneXpert, sebanyak 726 pasien (92,7%) menunjukkan hasil MTB not detected dan 57 pasien (7,3%) MTB detected. Tingkat deteksi MTB terbanyak berada pada kategori very low (33,3%). Sebagian besar pasien MTB detected memiliki status rifampisin sensitif (89,5%). Usia terbanyak yaitu 55–64 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan berasal dari wilayah Timbulharjo. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan GeneXpert pada pasien suspek Tuberkulosis di Puskesmas Sewon 1 Tahun 2025 didominasi oleh MTB not detected. Pasien MTB detected umumnya menunjukkan rifampisin sensitif, kategori deteksi very low, berusia 55–64 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan berasal dari Timbulharjo.
Copyrights © 2026