Pemanfaatan fitur Live Streaming di YouTube untuk penggalangan dana amal (charity) oleh kreator konten telah menjadi fenomena komunikasi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengeksplorasi secara mendalam resepsi penonton terhadap pesan kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam konten live streaming charity di kanal YouTube Windah Basudara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis resepsi model Encoding-Decoding dari Stuart Hall, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan delapan informan yang memiliki latar belakang beragam. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukannya penonton yang pada posisi oposisi. Resepsi penonton terbagi menjadi dua posisi utama yaitu dominan dan negosiasi. Tiga informan berada pada posisi dominan dengan menerima pesan secara utuh. Temuan paling krusial adalah adanya pesan yang hilang, di mana pesan animal welfaretereduksi menjadi sebuah aksi transaksional atau ajakan berdonasi, bukan sebuah komitmen transformatif terkait edukasi tentang tanggung jawab jangka panjang. Kesimpulannya, resepsi penonton terhadap pesan animal welfareternyata menjadi sekunder dibandingkan resepsi terhadap acara amal itu sendiri sebagai sebuah fenomena media. Kekuatan persona komunikator dan dinamika hiburan lebih dominan dalam proses pemaknaan penonton daripada substansi isu kesejahteraan hewan yang diusung.
Copyrights © 2026