Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman perempuan milenial urban dalam mengonsumsi program infotainment di era internet. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana makna dan pengalaman subjektif terbentuk dalam proses pergeseran konsumsi dari televisi ke media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi infotainment oleh perempuan milenial tidak lagi bersifat pasif, melainkan merupakan strategi adaptif terhadap kehidupan multitugas dan digital yang menuntut fleksibilitas. Media sosial dipilih karena mampu menyediakan hiburan secara cepat, personal, dan emosional. Informan mengalami keterlibatan emosional semu (parasosial) dengan selebriti, memanfaatkan infotainment sebagai bentuk pelarian dan perawatan diri emosional, serta menggunakannya sebagai alat komunikasi sosial. Selain itu, terdapat ambiguitas dalam menyikapi validitas informasi, di mana informan lebih mengutamakan kecepatan dan kedekatanemosional daripada akurasi jurnalistik. Penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi infotainment di era digital merupakan praktik budaya yang reflektif dan kompleks, yang mencerminkan hubungan baru antara media, individu, dan emosi dalam lanskap komunikasi kontemporer.
Copyrights © 2026