Penelitian ini dilakukan di Museum Musik Indonesia Malang untuk merancang prosedur penataan arsip dinamis inaktif yang mempermudah dan mempercepat penemuan kembali arsip, mengingat proses sebelumnya belum sesuai ketentuan sehingga menghambat efisiensi. Menggunakan metode tindakan satu siklus (diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi), data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, lalu dianalisis dengan skala Likert, metode SUS, dan Angka Kecermatan (AK). Hasil menunjukkan prosedur yang dirancang meningkatkan keteraturan dan kecepatan temu kembali arsip, dengan AK kategori “baik” dan skor SUS 87,92 (“excellent”), menandakan kemudahan penggunaan dan kesesuaian dengan kebutuhan museum. Disarankan pemeriksaan arsip berkala serta pencadangan data rutin untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan informasiKata Kunci: Prosedur Penataan Arsip, Arsip Dinamis, Museum Musik Indonesia, Action Research, Penemuan Kembali Arsip
Copyrights © 2025