Perusahaan perkebunan menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan praktik berkelanjutan ke dalam operasi bisnis mereka, sehingga diperlukan alat evaluasi seperti Green Performance Index (GPI) untuk mengukur dan meningkatkan kinerja lingkungan, sosial, dan ekonomi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji indikator GPI yang relevan melalui pendekatan mixed-method, menggabungkan tinjauan literatur, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta pembobotan indikator menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan validasi melalui studi kasus di perkebunan Indonesia. Hasilnya, GPI mencakup tiga dimensi utama: (1) Lingkungan (pengelolaan limbah, emisi karbon, konservasi biodiversitas), (2) Sosial (kesejahteraan pekerja, hubungan masyarakat), dan (3) Ekonomi (efisiensi sumber daya, profitabilitas berkelanjutan). Uji coba membuktikan GPI mampu memberikan penilaian holistik dan mendorong perbaikan kebijakan perusahaan. Dengan demikian, GPI dapat menjadi alat strategis bagi perusahaan perkebunan untuk memantau kinerja berkelanjutan, memenuhi tuntutan regulasi, dan merespons permintaan pasar akan produk ramah lingkungan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka kerja keberlanjutan di sektor perkebunan melalui indikator yang adaptif dan terukur, sekaligus memperkuat integrasi praktik hijau dalam operasi bisnis.
Copyrights © 2025