Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, yang memerlukan pengelolaan obat secara tepat. Ketidaktepatan penggunaan obat dapat menimbulkan efek samping dan mengurangi efektivitas terapi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman lansia tentang penggunaan obat serta memberikan edukasi berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan (tekanan darah dan gula darah) di Posyandu Puntik Luar, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Metode : Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan health screening dan wawancara terstruktur pada 40 lansia. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80% lansia menderita hipertensi, sedangkan 20% normal. Untuk gula darah, 80% normal dan 20% diabetes. Terdapat 25% lansia yang belum memahami cara penggunaan obat dengan benar, termasuk aturan minum dan indikasi obat. Kesimpulan : Tingginya prevalensi hipertensi dan kurangnya pemahaman penggunaan obat menunjukkan perlunya intervensi edukasi berkala oleh apoteker untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2024