Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi ukuran celah katup dan kecepatan putaran mesin (RPM) terhadap emisi gas buang pada kendaraan Toyota bermesin 5K keluaran tahun 1993. Mesin ini masih banyak digunakan di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya pada kendaraan niaga serta komunitas pecinta mobil klasik dan tua, meskipun tren teknologi mesin saat ini didominasi oleh sistem injeksi. Studi ini menggunakan pendekatan eksperimental yang memadukan metode Taguchi dan analisis varian (ANOVA). Fokus penelitian diarahkan pada faktor-faktor yang memengaruhi kadar emisi gas buang. Eksperimen dilakukan dengan menguji berbagai konfigurasi celah katup intake (0,15; 0,20; 0,25 mm) dan exhaust (0,25; 0,30; 0,35 mm), serta tiga tingkat putaran mesin (1000, 2000, dan 3000 RPM). Pengukuran dilakukan terhadap kadar CO, HC, dan CO₂ sebagai indikator utama polusi kendaraan. Perancangan percobaan dilakukan secara efisien menggunakan matriks ortogonal dari metode Taguchi, yang memungkinkan pengujian kombinasi faktor secara optimal dengan jumlah percobaan yang minimal. Sementara itu, ANOVA digunakan untuk mengevaluasi tingkat signifikansi dari setiap faktor terhadap perubahan emisi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pengaturan celah katup dan RPM yang tepat dapat secara signifikan menurunkan emisi gas buang. Diantara kedua faktor, celah katup intake memberikan kontribusi paling besar dalam menekan emisi dibandingkan RPM. Temuan ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan setelan mesin guna mengurangi dampak lingkungan, serta mendukung pengembangan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan strategi pengaturan mesin yang lebih bersih dan menawarkan solusi praktis bagi industri otomotif dalam upaya menurunkan tingkat emisi kendaraan.
Copyrights © 2025