Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia merupakan salah satu peristiwa paling tragis yang meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi warga keturunan Tionghoa. Trauma yang dialami oleh para orang tua kemudian memengaruhi pola pengasuhan mereka, yang pada akhirnya menimbulkan konflik dalam keluarga. Penelitian ini membahas bagaimana emosi karakter divisualisasikan melalui sinematografi dalam pembuatan storyboard film Child Star. Penelitian ini menggunakan teori sinematografi, storyboard, dan lima tahap kedukaan (five stages of grief). Dengan metode kualitatif, peneliti melakukan observasi langsung terhadap sutradara Child Star untuk memperoleh data perancangan. Hasil penelitian ini berupa analisis panel storyboard dari setiap adegan yang merepresentasikan emosi pada tiap pengambilan gambar. Temuan menunjukkan bahwa elemen sinematografi seperti ritme penyuntingan (pacing), sudut pengambilan gambar (angle), dan jenis lensa merupakan aspek yang paling signifikan dalam memvisualisasikan emosi karakter, terutama dalam menggambarkan setiap tahap dari lima tahap kedukaan.
Copyrights © 2025